Berita terbaru hari ini

Loading...

Selasa, 12 Februari 2013

MEDIA PEMBELAJARAN


 Media Pembelajaran

Menurut Heinich (dalam Susilana, 2007: 6) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).



Apabila dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, banyak pakar dan organisasi memberikan batasan tentang pengertian media. Salah satu organisasi yang memberikan definisi tentang media adalah Assosiation of Education and Communication Technology (AECT) Amerika, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi (Uno,  2008: 197). Sedangkan dari para pakar diantaranya adalah Scharm (dalam Susilana, 2007:5), yang mengatakan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru. Hal senada juga disampaikan oleh Briggs (dalam Uno, 2008: 187), bahwa media adalah segala bentuk fisik yang dapat menyampaikan pesan serta merangsang peserta didik untuk belajar. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Miarso (dalam Susilana, 2007: 5), bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.

Media pembelajaran selalu terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message atau software). Dengan demikian, media pembelajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan informasi atau pesan. Namun dalam hal ini, yang terpenting bukanlah peralatannya itu, tetapi pesan atau informasi belajar yang dibawakan oleh media tersebut (Susilana, 2007: 6).

Dalam paradigma pembelajaran yang berkembang saat ini, seharusnya siswa tidak belajar dari informasi yang diceramahkan oleh guru, melainkan belajar dari sumber belajar dan lingkungan yang disediakan oleh sekolah. Guru dalam proses belajar dan mengajar berperan memfasilitasi siswa untuk belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar di sekolah diperlukan sarana, media dan sumber belajar yang memadai (Syamsuri, 2008: 130).

Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kemp dan Dayton (dalam Uno, 2008: 200), menjabarkan sejumlah kontribusi media dalam kegiatan pembelajaran antara lain: (1) penyajian materi ajar menjadi lebih standar, (2) kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, (3) kegiatan belajar menjadi lebih interaktif, (4) waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi, (5) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan, (6) pembelajaran dapat disajikan di mana saja dan kapan saja, (7) meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses belajar menjadi lebih kuat, dan (8) memberikan nilai positif bagi pengajar.

Perencanaan yang matang, akan dapat memaksimalkan fungsi media pembelajaran dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran. Fungsi media pembelajaran diantaranya: (1) membuat konkrit konsep-konsep yang absrak, (2) menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar, (3) meningkatkan kualitas pembelajaran, (4) menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil, (5) memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat, (6) sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif (Susilana, 2007: 8).

dirangkumdan diposkan oleh : Eko Khoerul Nurnamawi

Referensi:
Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2007. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.
Syamsuri, Istamar & Ibrohim. 2008. Lesson Study. Malang:FMIPA UM
Uno, Hamzah B & Nina Lamatenggo. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan.Gorontalo: Nurul Jannah



Agar Lebih Mantap, Baca Juga Artikel Berikut Ini Ya...!!!

2 komentar:

Jangan Lupa Tinggalkan Pesan Ya....

Contoh :